KERETA API

August 18th, 2008 by irwansyah-797

Lamunan yang kosong
gelap pekat kaca jendela
deru roda-roda kereta api
bagai alunan musik klasik
bahkan lebih nyaman

Tak ada lagi yang dapat kulakukan
hanya menunggu sambil tertidur
dalam gerbong yang membawa
tubuh dan jiwa ini
menuju cakrawala baru
yang menyentuh sisi liar hati
yang menggugah hasrat
untuk selalu beranjak
dari kenyamanan hidup

Kereta apiku…
bawa aku ke tempat
dimana aku dapat membuang
segala harapan yang sedang
berkecamuk dalam jiwa

Kereta apiku…
antarkan aku pergi jauh
dari tempat akrab ini
agar aku dapat terbebas
dari kebergantungan ku ini…

Agar aku dapat melupakan segalanya
Agar aku dapat menemukan diriku
Agar Tuhan dapat menjemputku
tanpa riuh resah orang-orang
yang sulit merelakan sesuatu…

Asal Mula

June 30th, 2008 by irwansyah-797

Dari mana asalnya saya ?
Dari sudut pandang ilmu pengetahuan, saya berasal dari kumpulan sperma yang dikeluarkan oleh seorang pria (ayah saya), yang kemudian dari berjuta-juta sperma itu, satu diantaranya berhasil merasuk ke dalam rahim seorang wanita (ibu saya). Selama kurang lebih 9 Bulan, sperma itu perlahan-lahan tumbuh dalam kandungan ibu saya dan kemudian terlahir menjadi seorang aku.
Dari sudut pandang religi, saya diciptakan dari segumpal darah dan segenggam tanah yang menjelma menjadi air mani. setelah air mani itu diproses dalam kandungan ibu selama beberapa bulan, Tuhan meniupkan ruh ke dalam tubuh saya yang masih setengah jadi. Dan terlahirlah saya ke alam fana ini.

Setelah saya terlahir ke dunia ini, seperti biasa, orang tua saya memberikan nama untuk anaknya yang baru lahir ini, tujuannya agar terdapat perbedaan antara anaknya sendiri dengan anak orang lain dan agar saya tidak tertukar dengan anak orang lain –Saya kurang tahu secara mendalam mengenai mengapa manusia selalu memberi nama pada sesuatu–Yang jelas pada moment ini terjadi peristiwa yang cukup aneh, kira-kira begini ceritanya :

Sesaat setelah saya lahir, suster-suster di rumah sakit langsung menyerbu saya dengan girang. Setelah saya dimandikan, mereka langsung meletakkan saya ke pangkuan ibu saya. Saat itu, ayah saya sedang bersama ibu saya. Tak lama berselang terjadi percakapan antara mereka berdua :
Nyokap :”Pak, enaknya ni Bocah kita kasih nama apa ya?”
Bokap :”(dengan wajah sok mikir, padahal dia mentok ga bisa jawab)… terserah ibu aja deh, kan ibu yang nglahirin.”
Nyokap :”(yaiyalah Pak..).. gimana kalo Ferdianza aja? kayak presenter di TV itu lho (Ferdi Hasan maksudnya).”
Bokap :”masa gitu aja namanya?? yang panjangan dikit donk.”
Nyokap :”(ga terima.,masa aku doank yang kreatif).. Bapak kasih masukan donk.. Apa kek..”
Bokap :”ya udah,ntar aja sekalian bapak ke kantor kelurahan bikin akte kelahiran..(masih mentok juga.,siapa tau dapat inspirasi di jalan)”

Akhirnya Bokap berangkat juga menuju Kantor Kelurahan. Sampai di lokasi, Pak Lurah langsung nyengir dan menyambut hangat bokap dengan ucapan selamat. Percakapan pun tak terbendung lagi :
Pak Lurah :”Putranya apa, Pak?”
Bokap :”(ya orang lah,,gimana sih)..oh, alhamdulillah laki-laki..”
Pak Lurah :”maksud saya namanya, Pak. Siapa? kan mau buat akte kelahiran katanya..(ga nyambung dua-duanya)”
Bokap :”ooohhh..(berusaha menjawab dengan penuh keyakinan).. ini Pak..
Pak Lurah :”yang mana Pak? (sambil liat kemana-mana)”
Bokap :”Irwansyah..(waduh dapet dari mana tu nama)..iya Pak, namanya Irwansyah..(ga sesuai dengan perjanjian di rumah sakit tadi)”
Pak Lurah :”masa gitu aja namanya?? yang panjangan dikit donk.(koq lu yang ngatur)”
Bokap :”(waduh ke makan omongan sendiri deh).. ini Pak,, Irwansyah Setia Negara (nah lo, makin ngaco kan)”
Pak Lurah :”wwuuuaaahhh.,., bagus banget namanya, terinspirasi dari mana Pak?”
Bokap :”ooo jelas, kalo saya punya anak pasti namanya bagus karena terinspirasi dari jiwa Nasionalisme saya..hahaha..(halah, padahal baru aja tuh dapetnya.,.jangan-jangan terinspirasi gara-gara ngeliat muka Pak Lurah itu lagi)”
Pak Lurah :”oke pak,. akan saya bikin-ken Akte-nya.. mau yang sepuluh ato lima aja?”
Bokap :”ah,, ga usah banyak-banyak Pak, ntar ngrepotin lagi,. Satu aja udah cukup”
Pak Lurah :”maksud saya biaya-nya, Pak,, yang lima ribu ato sepuluh ribu, Pak?”
Bokap :”(dasar PNS,.. tukang todong legal..upss, istriku juga PNS ding).. Ya udah, yang cepet aja,,sepuluh ribu deh..”
Pak Lurah :”SSSiiiiAAApp…”

Ya, demikianlah tadi sepotong cerita tentang asal mulanya diriku. Sampai saat ini saya masih positif thinking bahwa nama saya itu adalah pemberian Tuhan yang Ia turunkan melalui Malaikat yang membisikkan wahyu-nya kepada ayah saya.

Terima kasih atas perhatiannya.
Wassalam.

Irwansyah “Gatot” Setia Nagara
797/SPA/2006
NPM. 05360012884